Piramida Kecelakaan (Heinrich Triangle)

Piramida Kecelakaan atau Segitiga Heinrich adalah teori yang dikemukakan oleh Herbert Heinrich pada tahun 1930-an yang menggambarkan hubungan antara jumlah insiden kecil dengan insiden besar dalam sebuah organisasi. Teorinya menyatakan: untuk setiap 1 kecelakaan fatal, terdapat sekitar 29 kecelakaan yang menyebabkan cedera ringan, 300 near miss (nyaris celaka), dan ribuan perilaku tidak aman yang tidak menghasilkan insiden apapun.

Implikasi praktisnya sangat penting: jika ingin mencegah kecelakaan fatal, jangan menunggu kecelakaan fatal terjadi baru bergerak. Fokuslah pada puncak dasar piramida — kendalikan perilaku tidak aman dan tangani setiap near miss dengan serius. Setiap near miss yang tidak ditindaklanjuti adalah "lampu kuning" yang sedang berkedip, memperingatkan bahwa kondisi berbahaya masih ada dan semakin dekat ke puncak piramida.

Bagi manajemen perusahaan, piramida Heinrich adalah argumen terkuat untuk investasi K3 yang proaktif. Biaya menangani ratusan near miss dan memperbaiki kondisi tidak aman jauh lebih kecil dibandingkan biaya satu kecelakaan fatal: biaya pengobatan, kompensasi, penghentian operasional, investigasi pemerintah, potensi tuntutan pidana, dan kerusakan reputasi yang bisa berlangsung bertahun-tahun. Keselamatan yang baik bukan pengeluaran — itu adalah penghematan yang terukur.