Smoke Detector Dan Heat Detector

Smoke Detector atau Detektor Asap adalah perangkat yang mendeteksi partikel asap di udara menggunakan dua prinsip utama: Ionization type yang menggunakan sumber radioaktif Americium-241 untuk mendeteksi partikel asap kecil dari kebakaran bernyala cepat, dan Photoelectric type yang menggunakan berkas cahaya inframerah yang terputus oleh partikel asap besar dari kebakaran berasap lambat (smoldering fire). Heat Detector atau Detektor Panas merespons kenaikan suhu—baik suhu tetap (fixed temperature, biasanya 57–70°C) maupun laju kenaikan suhu yang melebihi ambang batas (rate-of-rise detector).

Pemilihan jenis detektor yang tepat berdasarkan karakteristik kebakaran yang paling mungkin terjadi di setiap area adalah keputusan teknis kritis yang sangat mempengaruhi waktu respons sistem FAS. Di area dapur industri, detektor asap tidak sesuai karena uap masakan akan memicu false alarm—heat detector atau detektor beam (optical beam smoke detector) adalah pilihan yang lebih tepat. Di ruang server dan arsip penting, detektor asap tipe VESDA (Very Early Smoke Detection Apparatus) yang dapat mendeteksi partikel asap jauh sebelum terlihat secara visual memberikan waktu respons lebih awal sebelum kerusakan peralatan terjadi. Konsultan K3 yang merancang atau mereview sistem FAS harus memiliki pemahaman tentang karakteristik tiap jenis detektor dan mencocokkannya dengan profil bahaya kebakaran di setiap zona yang diproteksi.