15+ Tahun Pengalaman
1000+ Klien Puas
Terpercaya & Resmi

Program Kerja Panitia P2K3

Tim Ahli indosbu.com
Tim Ahli indosbu.com
Konsultan SBU Konstruksi
07 Jul 2023
15+

Tahun Pengalaman

1000+

Klien Puas

98%

Tingkat Keberhasilan

24/7

Layanan Konsultasi

Program Kerja Panitia P2K3 -

Gambar Ilustrasi Program Kerja Panitia P2K3

Program kerja Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) adalah landasan yang penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi pentingnya program kerja P2K3, komponen-komponennya, dan bagaimana program ini berkontribusi pada peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang program kerja P2K3, perusahaan dapat mengambil langkah-langkah yang efektif untuk melindungi karyawan dan mencegah kecelakaan kerja.

Program kerja P2K3 adalah dokumen strategis yang merinci rencana dan kegiatan yang akan dilakukan oleh panitia dalam rangka menjaga keselamatan dan kesehatan kerja. Program ini mencakup berbagai aspek, termasuk identifikasi risiko, pengendalian risiko, pelatihan, sosialisasi, dan pemantauan kinerja keselamatan kerja. Dengan adanya program kerja yang terstruktur, panitia dapat mengatur upaya mereka secara efisien dan efektif.

Salah satu komponen penting dalam program kerja P2K3 adalah identifikasi risiko. Panitia harus secara sistematis mengidentifikasi potensi bahaya dan risiko di tempat kerja, baik yang terkait dengan pekerjaan maupun lingkungan kerja. Dengan mengidentifikasi risiko ini, langkah-langkah pencegahan dan pengendalian yang tepat dapat diambil untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan atau cedera kerja.

Selain identifikasi risiko, pengendalian risiko juga menjadi bagian integral dari program kerja P2K3. Panitia harus merencanakan tindakan pencegahan dan pengendalian yang sesuai untuk mengurangi risiko yang telah diidentifikasi. Ini dapat mencakup penggunaan alat pelindung diri (APD), penyesuaian prosedur kerja, peningkatan pemeliharaan peralatan, atau perubahan desain tempat kerja. Dengan mengimplementasikan pengendalian risiko yang efektif, perusahaan dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan dan cedera.

Pelatihan dan sosialisasi juga menjadi komponen penting dalam program kerja P2K3. Panitia harus mengatur dan menyelenggarakan pelatihan keselamatan kerja yang relevan bagi karyawan di semua tingkatan. Pelatihan ini meliputi pemahaman tentang risiko dan langkah-langkah pencegahan, penggunaan APD, prosedur darurat, dan peraturan keselamatan kerja yang berlaku. Selain itu, panitia juga harus melibatkan seluruh karyawan dalam sosialisasi program keselamatan kerja, termasuk menyebarkan informasi tentang tindakan pencegahan dan praktik keselamatan melalui komunikasi yang efektif.

Pemantauan kinerja keselamatan kerja adalah aspek lain dari program kerja P2K3. Panitia harus memantau dan mengevaluasi efektivitas kebijakan dan program keselamatan kerja yang telah diterapkan. Ini melibatkan pengumpulan data tentang insiden, pelaporan kecelakaan kerja, dan analisis kinerja keselamatan kerja secara keseluruhan. Melalui pemantauan dan evaluasi ini, panitia dapat mengidentifikasi kelemahan atau kekurangan dalam program dan mengambil langkah-langkah perbaikan yang diperlukan.

Manfaat dari program kerja P2K3 sangat signifikan. Pertama, program kerja yang terstruktur membantu meningkatkan kesadaran dan pemahaman karyawan tentang risiko dan langkah-langkah pencegahan yang perlu diambil. Hal ini dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja dan cedera, serta meningkatkan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan kerja.

Program kerja P2K3 juga membantu perusahaan memenuhi peraturan dan persyaratan hukum terkait keselamatan dan kesehatan kerja. Dengan memiliki program kerja yang sesuai dengan standar dan peraturan yang berlaku, perusahaan dapat menghindari sanksi hukum dan menjaga reputasi yang baik di mata pihak terkait.

Selain itu, program kerja P2K3 juga berdampak pada peningkatan produktivitas dan efisiensi perusahaan. Dengan mengurangi jumlah kecelakaan kerja dan absensi akibat cedera, perusahaan dapat menghindari kerugian waktu dan biaya yang terkait. Peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja juga dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih positif dan meningkatkan motivasi serta kinerja karyawan.

Dalam keseluruhan, program kerja P2K3 merupakan pedoman yang penting dalam menjaga keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja. Dengan merinci rencana dan kegiatan yang harus dilakukan, program ini membantu panitia dalam mengidentifikasi risiko, mengendalikan risiko, melaksanakan pelatihan dan sosialisasi, serta memantau kinerja keselamatan kerja. Melalui program kerja P2K3 yang efektif, perusahaan dapat mencapai lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif bagi seluruh karyawan.

Program kerja P2K3 (Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja) merupakan suatu kerangka strategis yang mendefinisikan rencana dan kegiatan yang akan dilakukan oleh panitia untuk mencapai tujuan keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja. Program ini merangkum langkah-langkah yang akan diambil dalam mengidentifikasi, mengendalikan, dan memantau risiko serta melaksanakan kegiatan pencegahan. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi berbagai komponen yang ada dalam program kerja P2K3 dan pentingnya mengimplementasikannya di tempat kerja.

Salah satu komponen penting dalam program kerja P2K3 adalah identifikasi risiko. Panitia harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap lingkungan kerja, proses kerja, dan kegiatan operasional perusahaan untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan risiko yang mungkin timbul. Identifikasi risiko ini melibatkan pengamatan, wawancara, analisis data, dan pemeriksaan lapangan. Dengan mengetahui risiko-risiko yang ada, panitia dapat merancang langkah-langkah pencegahan yang sesuai.

Selanjutnya, pengendalian risiko juga menjadi fokus utama dalam program kerja P2K3. Panitia perlu mengembangkan strategi pengendalian risiko yang efektif untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan atau cedera kerja. Pengendalian risiko dapat melibatkan tindakan teknis, administratif, atau perubahan pada proses kerja. Misalnya, penggunaan alat pelindung diri (APD), perbaikan desain tempat kerja, atau peningkatan pemeliharaan peralatan. Dengan mengimplementasikan pengendalian risiko yang tepat, perusahaan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat.

Pelatihan dan sosialisasi merupakan komponen penting lainnya dalam program kerja P2K3. Panitia perlu merencanakan dan melaksanakan program pelatihan yang sesuai dengan risiko dan kebutuhan karyawan. Pelatihan ini dapat mencakup pengenalan terhadap kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja, pengetahuan tentang risiko kerja, penggunaan APD, serta prosedur tindakan darurat. Selain pelatihan, sosialisasi juga perlu dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh karyawan memahami pentingnya keselamatan kerja dan menerapkan praktik-praktik keselamatan yang telah ditetapkan.

Komunikasi yang efektif juga menjadi aspek krusial dalam program kerja P2K3. Panitia perlu menjalin komunikasi yang baik dengan manajemen perusahaan, serikat pekerja, dan karyawan. Komunikasi ini harus berlangsung dua arah, di mana panitia mendengarkan masukan dan umpan balik dari karyawan serta menyampaikan informasi tentang kebijakan dan program keselamatan kerja. Komunikasi yang baik akan membantu meningkatkan kesadaran, partisipasi, dan komitmen terhadap program keselamatan dan kesehatan kerja.

Pemantauan dan evaluasi juga merupakan bagian integral dari program kerja P2K3. Panitia perlu melaksanakan pemantauan secara teratur untuk menilai efektivitas kebijakan dan program yang telah diterapkan. Pemantauan ini meliputi pengumpulan data, analisis insiden, dan pelaporan kinerja keselamatan kerja. Dengan melakukan evaluasi yang sistematis, panitia dapat mengidentifikasi kelemahan atau kekurangan dalam program dan mengambil langkah-langkah perbaikan yang diperlukan.

Keterlibatan aktif dari seluruh anggota panitia dan partisipasi karyawan adalah kunci keberhasilan program kerja P2K3. Panitia perlu melibatkan karyawan dalam pengambilan keputusan dan penerapan kebijakan dan program keselamatan kerja. Ini dapat dilakukan melalui komite keselamatan, pertemuan rutin, atau melibatkan karyawan dalam inspeksi keselamatan. Dengan melibatkan karyawan, perusahaan dapat menciptakan budaya keselamatan yang kuat di mana setiap individu bertanggung jawab atas keselamatan dan kesehatan kerja.

Dalam keseluruhan, program kerja P2K3 adalah alat yang penting dalam mencapai tujuan keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja. Dengan melibatkan identifikasi risiko, pengendalian risiko, pelatihan, sosialisasi, komunikasi, pemantauan, dan partisipasi karyawan, program ini membantu perusahaan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, sehat, dan produktif. Penting bagi perusahaan untuk mengimplementasikan program kerja P2K3 dengan serius dan terus meningkatkannya agar dapat menjaga keselamatan dan kesehatan karyawan serta memenuhi persyaratan hukum terkait.

Dalam kesimpulannya, program kerja P2K3 (Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja) adalah fondasi yang penting untuk mencapai keselamatan dan kesehatan kerja yang optimal di tempat kerja. Melalui identifikasi risiko, pengendalian risiko, pelatihan, sosialisasi, komunikasi, pemantauan, dan partisipasi karyawan, program ini berperan dalam mencegah kecelakaan kerja, melindungi kesehatan karyawan, dan menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.

Program kerja P2K3 membantu perusahaan mengidentifikasi risiko yang ada di tempat kerja dan merancang langkah-langkah pencegahan yang sesuai. Dengan melakukan identifikasi risiko secara sistematis, panitia dapat mengidentifikasi potensi bahaya dan risiko yang mungkin timbul, sehingga memungkinkan mereka untuk mengambil tindakan pencegahan yang tepat. Ini membantu mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja dan cedera karyawan.

Pengendalian risiko juga merupakan bagian penting dari program kerja P2K3. Dengan merancang strategi pengendalian yang efektif, panitia dapat mengurangi risiko yang telah diidentifikasi. Tindakan pengendalian seperti penggunaan alat pelindung diri, perbaikan desain tempat kerja, atau perubahan prosedur kerja dapat membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat.

Pelatihan dan sosialisasi juga berperan penting dalam program kerja P2K3. Melalui pelatihan yang relevan, karyawan diberikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk bekerja secara aman dan mengidentifikasi bahaya potensial. Sosialisasi program keselamatan kerja juga membantu membangun budaya keselamatan yang kuat di tempat kerja, di mana setiap individu memiliki kesadaran dan komitmen untuk menjaga keselamatan dan kesehatan kerja.

Komunikasi yang efektif antara panitia, manajemen, serikat pekerja, dan karyawan juga menjadi faktor kunci dalam kesuksesan program kerja P2K3. Dengan berbagi informasi yang relevan, memberikan umpan balik, dan melibatkan semua pihak terkait, perusahaan dapat menciptakan lingkungan kerja yang transparan dan kolaboratif dalam hal keselamatan dan kesehatan kerja.

Pemantauan dan evaluasi terhadap program kerja P2K3 sangat penting untuk memastikan keberhasilan implementasinya. Panitia perlu memantau kinerja keselamatan kerja, mengumpulkan data insiden, dan melaksanakan analisis untuk mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan. Melalui evaluasi yang sistematis, perusahaan dapat memperbaiki kebijakan dan program yang ada untuk mencapai tingkat keselamatan kerja yang lebih tinggi.

Partisipasi aktif karyawan juga merupakan elemen penting dalam program kerja P2K3. Dengan melibatkan karyawan dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan program, perusahaan memperkuat komitmen dan tanggung jawab bersama untuk keselamatan dan kesehatan kerja. Ini menciptakan budaya keselamatan yang kuat di mana setiap individu memiliki peran dan tanggung jawab dalam menjaga keselamatan di tempat kerja.

Dalam rangka menjaga keselamatan dan kesehatan kerja yang berkelanjutan, perusahaan perlu terus memperbarui dan meningkatkan program kerja P2K3 mereka. Dengan mengikuti perkembangan terbaru dalam bidang keselamatan kerja, mengevaluasi keberhasilan program, dan melibatkan karyawan dalam proses perbaikan, perusahaan dapat mengoptimalkan program kerja P2K3 mereka untuk mencapai lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.

Secara keseluruhan, program kerja P2K3 adalah fondasi yang penting untuk mencapai keselamatan dan kesehatan kerja yang optimal di tempat kerja. Dengan implementasi yang baik, program ini membantu mengidentifikasi dan mengendalikan risiko, melaksanakan pelatihan dan sosialisasi, membangun budaya keselamatan, serta memantau dan memperbaiki kinerja keselamatan kerja. Penting bagi perusahaan untuk memberikan perhatian yang serius terhadap program kerja P2K3 guna menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif bagi semua karyawan.

Konsultasi Gratis

Dapatkan konsultasi langsung dari tim ahli kami untuk solusi terbaik.

Chat WhatsApp
Hubungi Kami
Jam Kerja
Senin - Jumat: 08:00 - 17:00

Layanan Profesional Kami

Solusi lengkap untuk kebutuhan perizinan dan sertifikasi konstruksi Anda

SBU Kontraktor

Pengurusan SBU untuk kontraktor konstruksi dengan berbagai klasifikasi dan kualifikasi sesuai kebutuhan tender.

Pelajari Lebih Lanjut
SBU Konsultan

Pengurusan SBU untuk konsultan konstruksi dengan standar profesional dan kualifikasi yang tepat.

Pelajari Lebih Lanjut
SKK Konstruksi

Sertifikat Kompetensi Kerja untuk tenaga ahli konstruksi dengan standar BNSP yang diakui nasional.

Pelajari Lebih Lanjut
CSMS

Contractor Safety Management System untuk Migas, Pertamina, dan PLN dengan standar keselamatan tinggi.

Pelajari Lebih Lanjut
SBU Non Konstruksi

Pengurusan SBU untuk bidang non konstruksi seperti jasa konsultansi, pengadaan, dan layanan lainnya.

Pelajari Lebih Lanjut
SBUJPTL

Sertifikat Badan Usaha Jasa Penunjang Tenaga Listrik untuk perusahaan di sektor kelistrikan.

Pelajari Lebih Lanjut
Tim Ahli indosbu.com

Tim Ahli indosbu.com

Konsultan SBU Konstruksi Profesional

Tentang Indosbu.com

Indosbu.com adalah perusahaan konsultan profesional yang berdedikasi untuk membantu perusahaan mencapai kesuksesan dalam dunia konstruksi dan tender. Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun, kami telah membantu ribuan klien dalam mengurus berbagai jenis perizinan dan sertifikasi.

Tim ahli kami terdiri dari para profesional yang berpengalaman dalam bidang konstruksi, perizinan, dan strategi bisnis. Kami memahami kompleksitas regulasi dan persyaratan yang dibutuhkan untuk mengikuti tender konstruksi, baik di sektor pemerintah maupun swasta.

Sebagai konsultan terpercaya, kami menyediakan layanan lengkap mulai dari konsultasi awal, persiapan dokumen, hingga pendampingan proses pengurusan sertifikat. Komitmen kami adalah memberikan solusi terbaik dengan standar profesional yang tinggi.

Keunggulan Kami
  • 15+ Tahun Pengalaman
  • 1000+ Klien Puas
  • 98% Tingkat Keberhasilan
  • Layanan 24/7
Sertifikasi & Lisensi
  • Terdaftar di LPJK
  • Berlisensi Resmi
  • ISO 9001:2015
  • Standar Internasional

Siap Memenangkan Tender Konstruksi?

Indosbu.com membantu Anda melakukan persiapan tender perusahaan dari perencanaan mengambil bidang usaha, kualifikasi, sampai dengan persiapan dokumen tender dengan tujuan untuk memenangkan proyek.

  • Konsultasi Gratis
  • Analisis Kebutuhan
  • Persiapan Dokumen
  • Pendampingan Proses
  • Garansi Keberhasilan
  • Layanan 24/7
Konsultasi Gratis

Dapatkan konsultasi langsung dari tim ahli kami

Respon dalam 5 menit

Artikel Terkait

Pelajari lebih lanjut tentang dunia konstruksi dan tender

Contoh Legalitas Perusahaan Konstruksi: Panduan SBU, SKK, dan OSS RBA
28 Nov
Contoh Legalitas Perusahaan Konstruksi: Panduan SBU, SKK, dan OSS RBA

Sektor jasa konstruksi Indonesia merupakan arena kompetisi yang ketat, menawarkan potensi proyek bernilai triliunan rupi...

CV adalah Badan Hukum: Mitos vs Realita dalam Perizinan Konstruksi
27 Nov
CV adalah Badan Hukum: Mitos vs Realita dalam Perizinan Konstruksi

Di kalangan pelaku industri konstruksi, masih sering muncul perdebatan fundamental mengenai status legalitas Commanditai...

Cara Pendirian PT: Panduan Wajib Legalitas Kontraktor dan Konsultan Konstruksi
26 Nov
Cara Pendirian PT: Panduan Wajib Legalitas Kontraktor dan Konsultan Konstruksi

Cara Pendirian PT (Perseroan Terbatas) yang tepat adalah langkah fundamental bagi setiap Owner atau Pendiri Perusahaan K...

Strategi Kontraktor Bekasi Menang Tender Rehabilitasi Pasar Sungai Penuh Rp46,8 M
25 Nov
Strategi Kontraktor Bekasi Menang Tender Rehabilitasi Pasar Sungai Penuh Rp46,8 M

Proses lelang proyek Rehabilitasi Pasar Beringin Jaya, Kota Sungai Penuh di Provinsi Jambi baru-baru ini menampilkan din...

Panduan Proses Perizinan Konstruksi: SBU, SKK, dan Kepatuhan OSS RBA Terbaru
24 Nov
Panduan Proses Perizinan Konstruksi: SBU, SKK, dan Kepatuhan OSS RBA Terbaru

Sektor jasa konstruksi adalah salah satu pilar utama perekonomian nasional, dengan nilai proyek tender pemerintah dan sw...

Proses Mudah Cara Daftar CV Konstruksi: Legalitas, SBU, dan OSS RBA Terkini
21 Nov
Proses Mudah Cara Daftar CV Konstruksi: Legalitas, SBU, dan OSS RBA Terkini

Memulai bisnis di sektor konstruksi seringkali memilih bentuk badan usaha CV (Commanditaire Vennootschap) karena proses ...

Panduan Wajib Akta Badan Usaha dan Legalitas Konstruksi di OSS RBA 2025
20 Nov
Panduan Wajib Akta Badan Usaha dan Legalitas Konstruksi di OSS RBA 2025

Dalam persaingan bisnis konstruksi yang semakin ketat, perusahaan dituntut tidak hanya memiliki keunggulan teknis tetapi...

Wajib Baca: Panduan Lengkap Surat Perjanjian Kontrak Kerja (SPKK) dan Legalitas Konstruksi
20 Nov
Wajib Baca: Panduan Lengkap Surat Perjanjian Kontrak Kerja (SPKK) dan Legalitas Konstruksi

Dalam industri konstruksi yang sangat diatur, setiap dokumen legal adalah pondasi yang harus kokoh. Surat Perjanjian Kon...

Panduan Lengkap: Legalitas Perusahaan Konstruksi, Kunci Pengurusan SBU Sukses
20 Nov
Panduan Lengkap: Legalitas Perusahaan Konstruksi, Kunci Pengurusan SBU Sukses

  Pendahuluan: Risiko Tender Gagal Akibat Legalitas Bermasalah Industri konstruksi Indonesia menawarkan pelua...

Panduan Lengkap Biaya Buat PT: Persiapan Legalitas dan Izin Usaha Konstruksi
17 Nov
Panduan Lengkap Biaya Buat PT: Persiapan Legalitas dan Izin Usaha Konstruksi

Langkah awal memasuki pasar jasa konstruksi di Indonesia, yang total proyeknya mencapai ribuan triliun rupiah, adalah de...

Contoh PT Tertutup: Memahami Struktur Legalitas untuk Perusahaan Konstruksi
14 Nov
Contoh PT Tertutup: Memahami Struktur Legalitas untuk Perusahaan Konstruksi

Dalam lanskap bisnis Indonesia, Perseroan Terbatas (PT) adalah bentuk badan hukum paling umum yang dipilih, termasuk ole...

Proses Akta Pendirian CV & Syarat SBU Konstruksi Terbaru LPJK
13 Nov
Proses Akta Pendirian CV & Syarat SBU Konstruksi Terbaru LPJK

Di tengah pesatnya pembangunan infrastruktur nasional, peluang bisnis jasa konstruksi di Indonesia terus menjanjikan. Na...

Proses Bea Meterai Adalah Wajib: Panduan Tender, SBU, dan Kontrak Konstruksi
12 Nov
Proses Bea Meterai Adalah Wajib: Panduan Tender, SBU, dan Kontrak Konstruksi

Kepatuhan Dokumen Tender Konstruksi: Bea Meterai Adalah Bukti Legalitas dan Keabsahan Perjanjian Dalam iklim bisnis j...

Proses Akta CV & Pengurusan SBU Konstruksi LPJK: Panduan Legalitas
12 Nov
Proses Akta CV & Pengurusan SBU Konstruksi LPJK: Panduan Legalitas

Legalitas Fundamental Bisnis Kontraktor: Peran Krusial Akta CV dalam Sertifikasi Konstruksi Sektor jasa konstruksi In...

Perusahaan CV: Panduan Lengkap Pendirian, Legalitas, dan Akses Tender Konstruksi
10 Nov
Perusahaan CV: Panduan Lengkap Pendirian, Legalitas, dan Akses Tender Konstruksi

Bentuk badan usaha Perusahaan CV (Commanditaire Vennootschap atau Persekutuan Komanditer) masih menjadi pilihan utama ba...

Proses Konsultasi SBU Konstruksi Profesional

Mengapa Memilih Kami?

Konsultasikan perencanaan tender dengan kami, supaya dapat mengikuti jadwal tender pemerintah/swasta dengan baik dan memenangkan proyek.

Konsultan atau Kontraktor

Layanan untuk semua jenis badan usaha

Spesialis atau Umum

Fleksibel sesuai kebutuhan bisnis

Skala Kecil hingga Besar

Melayani semua ukuran perusahaan

Layanan Lengkap

Dari izin dasar hingga operasional

Layanan Sertifikasi Tambahan

Lengkapi kebutuhan sertifikasi perusahaan Anda dengan layanan profesional kami

ISO 9001:2015

Sistem manajemen mutu internasional untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan.

Pelajari Lebih Lanjut
ISO 14001:2015

Sistem manajemen lingkungan untuk praktik ramah lingkungan dan keberlanjutan bisnis.

Pelajari Lebih Lanjut
ISO 27001:2013

Sistem manajemen keamanan informasi untuk melindungi aset data perusahaan.

Pelajari Lebih Lanjut
ISO 37001:2016

Sistem manajemen anti-penyuapan untuk etika bisnis dan integritas perusahaan.

Pelajari Lebih Lanjut
ISO 45001:2018

Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja untuk lingkungan kerja yang aman.

Pelajari Lebih Lanjut
CSMS

Contractor Safety Management System untuk Migas, Pertamina, dan PLN.

Pelajari Lebih Lanjut

Bagaimana Cara Kami Membantu Perusahaan Anda?

Proses konsultasi profesional yang terbukti efektif

01
Business Goal Analysis

Ceritakan kepada kami, goal bisnis Anda.

  • Mau ambil kualifikasi kontraktor atau konsultan
  • Kapan akan mengikuti tender
  • Tender apa yang akan diikuti
02
Review Kebutuhan Teknis

Analisis mendalam terhadap persyaratan teknis.

  • Data penjualan tahunan
  • Data kemampuan keuangan/nilai aset
  • Data ketersediaan Tenaga Kerja Konstruksi
  • Data kemampuan peralatan konstruksi
03
Tenaga Ahli & Peralatan

Evaluasi tenaga ahli dan peralatan pendukung konstruksi.

  • Proses SKK - Sertifikat Kompetensi Kerja
  • Pemenuhan Peralatan Konstruksi
  • Ijin Operator (SIO) dan Ijin Alat (SIA)
04
Proses SBU

SBU Jasa Konstruksi dikeluarkan oleh LSBU yang diakreditasi LPJK PUPR.

  • BUJK Nasional
  • BUJK PMA
  • BUJK Asing