
Baca Juga: CV Badan Usaha Konstruksi: Syarat SBU, SKK, dan Izin 2025
Menguak Potensi Bisnis di Balik Kode KBLI 93119
Bayangkan sebuah ruang luas di pusat kota, di mana derap langkah lari di atas treadmill bersahutan dengan bunyi "cling" raket badminton yang memukul kok. Atau sebuah lapangan hijau di pinggiran, ramai oleh komunitas yang bermain sepak bola atau basket. Ini bukan sekadar tempat berolahraga; ini adalah ekosistem kebugaran dan sosial yang sedang tumbuh pesat di Indonesia. Namun, di balik kesuksesan operasional sebuah sport center atau fasilitas olahraga spesifik, ada fondasi administratif yang seringkali diabaikan: Kode KBLI 93119. Faktanya, banyak pelaku usaha yang terjun tanpa memahami kerangka hukum ini, berisiko menghadapi teguran hingga pembekuan operasi. Padahal, sektor ini memiliki potensi luar biasa, terutama dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan hidup sehat dan gaya hidup aktif.

Baca Juga: Contoh Perjanjian Franchise dan Legalitas Konstruksi: Panduan Lengkap
Apa Sebenarnya Kode KBLI 93119 Itu?
KBLI, atau Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia, adalah peta navigasi wajib bagi setiap pelaku usaha. Setiap kode di dalamnya seperti alamat spesifik yang memberitahu pemerintah tentang aktivitas bisnis Anda.
Definisi dan Ruang Lingkup Usaha
Kode KBLI 93119 secara resmi mengklasifikasikan usaha di bidang "Pengelolaan Fasilitas Olahraga Lainnya". Kata kunci di sini adalah "Lainnya". Ini berarti kode ini menampung berbagai fasilitas olahraga yang tidak tercakup secara spesifik dalam kode KBLI lain untuk olahraga, seperti pengelolaan gedung olahraga serbaguna, lapangan olahraga terbuka, atau arena olahraga khusus. Dari pengalaman saya membantu klien di sektor ini, ruang lingkupnya sangat luas dan dinamis.
Contoh konkretnya mencakup pengelolaan fitness center atau gym komersial, pusat pelatihan badminton (badminton hall), lapangan futsal indoor/outdoor, arena panahan, kolam renang komersial, wall climbing, hingga lapangan golf mini. Bahkan, tren fasilitas olahraga niche seperti arena skateboard, trampoline park, atau studio functional training juga masuk di bawah payung KBLI 93119. Intinya, jika aktivitasnya berorientasi pada penyediaan dan pengelolaan sarana fisik untuk berolahraga—dan bukan pertunjukan olahraga atau kegiatan rekreasi umum—maka kode inilah yang berlaku.
Perbedaan dengan Kode KBLI Olahraga Lainnya
Kesalahan umum yang sering terjadi adalah mencampuradukkan KBLI 93119 dengan kode lain yang sekilas mirip. Misalnya, KBLI 93118 untuk "Kegiatan Klub Olahraga". Bedanya terletak pada fokusnya. KBLI 93118 lebih menekankan pada keanggotaan klub dan penyelenggaraan kegiatan olahraga itu sendiri, sementara 93119 berfokus pada pengelolaan fasilitas atau tempatnya sebagai aset komersial. Saya pernah menemui klien yang mengelola lapangan sepak bola rumput sintetis. Awalnya mereka mendaftar dengan kode yang kurang tepat, dan hal ini sempat menyulitkan saat mengajukan perizinan tertentu. Setelah dikoreksi ke 93119, prosesnya menjadi lebih lancar.
Selain itu, ada juga KBLI 93211 untuk "Taman Hiburan dan Taman Bermain" yang lebih berorientasi pada rekreasi keluarga. Meski sebuah trampoline park memiliki unsur bermain, jika positioning utamanya adalah pusat kebugaran dan olahraga, maka KBLI 93119 tetap lebih relevan. Pemahaman ini krusial untuk menentukan perizinan dan perpajakan yang tepat.

Baca Juga:
Mengapa Kode Ini Sangat Krusial untuk Bisnis Anda?
Memilih KBLI yang tepat bukanlah sekadar formalitas administrasi. Ini adalah langkah strategis yang menentukan masa depan operasional dan legalitas bisnis fasilitas olahraga Anda.
Dasar Hukum dan Kepastian Berusaha
Dalam era Online Single Submission (OSS), KBLI adalah pintu gerbang pertama. Kode 93119 yang tercantum dalam NIB (Nomor Induk Berusaha) Anda menjadi dasar bagi penerbitan semua izin komersial dan operasional selanjutnya. Tanpa kode yang tepat, sistem OSS mungkin tidak akan menawarkan pilihan perizinan yang relevan, seperti izin lingkungan atau izin gangguan (HO). Ini seperti mencoba membuka pintu dengan anak kunci yang salah; Anda tidak akan bisa masuk ke tahap berikutnya. Saya selalu menekankan kepada mitra usaha: KBLI yang akurat adalah fondasi kepastian hukum. Ia melindungi Anda dari risiko shutdown operasional oleh pihak berwenang karena ketidaksesuaian data.
Dampaknya pada Perizinan dan Perpajakan
Klasifikasi KBLI secara langsung terhubung dengan skala risiko usaha dalam sistem OSS, yang menentukan jenis izin yang wajib Anda miliki. Sebuah sport center dengan KBLI 93119, tergantung skala dan lokasinya, mungkin wajib mengantongi Surat Keterangan Laik Fungsi (SLF) dari dinas perhubungan setempat untuk akses parkir, atau izin dari dinas kebakaran. Selain itu, kode ini menentukan tarif pajak badan dan jenis pungutan yang berlaku. Kesalahan memilih KBLI bisa berujung pada pembayaran pajak yang tidak sesuai atau, yang lebih parah, tuntutan atas ketidakpatuhan pajak. Sumber dari OSS-RBA menjelaskan secara rinci bagaimana kode KBLI mengalir ke dalam kerangka perizinan berusaha.

Baca Juga:
Bagaimana Memulai Usaha Pengelolaan Fasilitas Olahraga?
Setelah memahami "apa" dan "mengapa", kini saatnya membahas "bagaimana". Memulai bisnis di bidang ini membutuhkan perencanaan yang matang, mulai dari konsep hingga dokumen legal.
Langkah Awal: Dari Konsep hingga Analisis Pasar
Jangan terburu-buru mencari kontraktor atau membeli peralatan. Langkah pertama adalah melakukan market research yang mendalam. Identifikasi niche olahraga apa yang memiliki komunitas kuat tetapi belum terlayani dengan baik di wilayah target Anda. Apakah itu komunitas panahan, bulutangkis, atau penggemar crossfit? Lakukan analisis kompetitor secara mendalam. Kemudian, buat business plan yang solid, termasuk proyeksi arus kas, rencana pemasaran, dan struktur operasional. Pengalaman saya menunjukkan, bisnis dengan konsep yang unik dan komunitas yang kuat—seperti pusat latihan bulutangkis dengan pelatih bersertifikat—cenderung lebih tahan banting dan memiliki customer retention yang tinggi.
Mengurus Legalitas: NIB, Izin Usaha, dan Sertifikasi
Ini adalah tahap kritis. Pertama, daftarkan perusahaan Anda melalui sistem OSS dengan memilih KBLI 93119 sebagai kegiatan usaha utama. Pastikan Anda telah menyiapkan dokumen seperti akta pendirian perusahaan, KTP direksi, dan bukti kepemilikan atau sewa lokasi. Setelah NIB terbit, sistem akan memberikan daftar perizinan yang wajib dipenuhi berdasarkan skala risiko. Untuk usaha pengelolaan fasilitas olahraga, beberapa izin yang umumnya diperlukan antara lain:
- Izin Gangguan (HO): Dari pemerintah daerah setempat.
- Sertifikasi Laik Fungsi (SLF): Terutama untuk bangunan yang menampung banyak orang.
- Izin dari Dinas Pemuda dan Olahraga: Sebagai wujud koordinasi dan pembinaan.
- Sertifikasi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja): Sangat penting untuk memastikan keamanan pengunjung dan pekerja. Konsultasi dengan Ahli K3 dapat membantu Anda memenuhi standar ini.
Jangan lupakan aspek kompetensi SDM. Memiliki instruktur atau manajer fasilitas yang memiliki sertifikat kompetensi kerja tidak hanya meningkatkan kredibilitas layanan tetapi juga sering menjadi persyaratan dalam tender pengelolaan fasilitas milik pemerintah.

Baca Juga: CV Badan Hukum: Transformasi Izin Usaha Konstruksi 2025
Mengoptimalkan Operasional dan Menjaga Kepatuhan
Memiliki izin bukanlah akhir, melainkan awal dari komitmen untuk menjalankan bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Standar Operasional Prosedur (SOP) yang Wajib Diterapkan
Keselamatan pengunjung adalah harga mati. Buat SOP yang jelas untuk setiap aspek operasional: pemeriksaan dan perawatan peralatan secara rutin, protokol evakuasi darurat, penanganan cedera, hingga kebersihan fasilitas (terutama untuk kolam renang dan area ganti). SOP yang baik juga mencakup manajemen keramaian, terutama di akhir pekan. Dokumentasikan semua SOP ini dan lakukan pelatihan berkala untuk seluruh staf. Ingat, satu insiden keamanan yang viral dapat merusak reputasi yang telah dibangun bertahun-tahun.
Pemeliharaan Fasilitas dan Manajemen Risiko
Anggaran pemeliharaan (maintenance) jangan dianggap sebagai biaya, melainkan investasi. Lakukan inspeksi harian, mingguan, dan bulanan terhadap semua peralatan dan struktur bangunan. Lapangan futsal sintetis membutuhkan penyedotan debu secara rutin, lantai kayu untuk basket perlu dipoles ulang, dan mesin-mesin di gym harus dikalibrasi. Aspek manajemen risiko juga termasuk memiliki asuransi pertanggungjawaban publik (public liability insurance) yang memadai. Hal ini untuk mengantisipasi klaim dari pengunjung yang mengalami cedera selama menggunakan fasilitas Anda.

Baca Juga:
Tantangan dan Peluang di Era Kontemporer
Industri pengelolaan fasilitas olahraga di Indonesia sedang berada pada persimpangan yang menarik, antara tantangan regulasi dan peluang pasar yang menggiurkan.
Menghadapi Kompleksitas Regulasi Daerah
Salah satu tantangan terbesar adalah variasi peraturan daerah (perda). Apa yang berlaku di Jakarta belum tentu sama dengan di Bandung atau Surabaya. Perbedaan bisa terjadi dalam hal perijinan, retribusi, bahkan standar teknis. Solusinya adalah melakukan advocacy dan konsultasi langsung dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) setempat, atau bekerja sama dengan konsultan hukum yang memahami seluk-beluk perda di wilayah Anda. Sumber daya seperti JDIH dapat membantu Anda melacak peraturan yang berlaku.
Peluang Kolaborasi dan Model Bisnis Inovatif
Di balik tantangan, peluang justru semakin melebar. Model revenue-sharing dengan pemilik lahan kosong (seperti atap gedung parkir untuk lapangan futsal) semakin populer. Kolaborasi dengan sekolah-sekolah untuk program ekstrakurikuler atau dengan korporat untuk program kebugaran karyawan juga menjadi pasar yang stabil. Tren hybrid membership yang menggabungkan akses ke beberapa lokasi outlet, atau paket digital content (video latihan) bersama keanggotaan, adalah contoh business model inovatif yang bisa diterapkan. Intinya, fasilitas olahraga kini bukan lagi sekadar penyedia ruang, melainkan penyedia pengalaman dan komunitas.

Baca Juga: Proses Pendirian PT Konstruksi: Panduan Legalitas SBU 2025
Masa Depan Industri Pengelolaan Fasilitas Olahraga
Dengan gaya hidup sehat yang semakin menjadi tren utama, masa depan industri ini cerah. Namun, kesuksesan akan berpihak pada mereka yang tidak hanya memiliki fasilitas bagus, tetapi juga kelengkapan administrasi dan kemampuan beradaptasi.
Kode KBLI 93119 adalah starting point yang menentukan arah perjalanan bisnis Anda. Memahaminya secara mendalam berarti Anda telah membangun fondasi hukum yang kokoh. Dari fondasi ini, Anda dapat dengan percaya diri mengembangkan fasilitas olahraga yang tidak hanya menghasilkan profit, tetapi juga berkontribusi pada kesehatan masyarakat dan membina bibit-bibit atlet potensial.
Apakah Anda siap mewujudkan mimpi memiliki sport center sendiri namun masih bingung dengan kerumitan perizinan dan legalitasnya? Jangan biarkan halangan administratif mengubur potensi bisnis Anda. Tim ahli kami siap membantu Anda mengurai kompleksitas tersebut, mulai dari pemilihan KBLI yang tepat, pengurusan NIB, hingga penyiapan dokumen untuk izin operasional. Kunjungi jakon.info sekarang juga untuk konsultasi gratis dan wujudkan bisnis fasilitas olahraga Anda dengan langkah yang pasti dan aman secara hukum.