UU Tentang UMKM dan Dampaknya bagi Usaha

Pahami UU tentang UMKM, dasar hukum, perizinan OSS, pajak, dan peluang usaha konstruksi bagi pelaku UMKM Indonesia.

29 May 2026 8 menit baca Dhicky Haryadi Supriyono
UU Tentang UMKM dan Dampaknya bagi Usaha
Konten edukasi & referensi — konsultasi gratis tersedia.

UU tentang UMKM menjadi landasan penting bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia, termasuk perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi, pengadaan barang, perdagangan, hingga konsultan teknik. Regulasi ini tidak hanya mengatur definisi dan klasifikasi UMKM, tetapi juga menyentuh aspek perizinan, pembiayaan, perpajakan, kemitraan usaha, hingga akses tender pemerintah.

Bagi pelaku usaha konstruksi, memahami aturan UMKM sangat penting karena banyak kebijakan pengadaan pemerintah memberikan porsi pekerjaan tertentu kepada usaha kecil dan menengah. Hal ini berkaitan erat dengan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikat Badan Usaha (SBU), serta klasifikasi usaha jasa konstruksi yang diatur oleh LPJK dan Kementerian PUPR.

Dalam ekosistem perizinan usaha nasional, UU tentang UMKM juga terhubung dengan sistem OSS berbasis risiko. Jika Anda sedang mengurus legalitas usaha konstruksi, memahami panduan lengkap SBU jasa konstruksi dapat membantu melihat hubungan antara regulasi UMKM dengan sertifikasi badan usaha secara menyeluruh.

Baca Juga: Perusahaan PMA Adalah: Pengertian, Syarat, dan Prosedur

Pengertian UMKM Menurut Undang-Undang

Dasar hukum utama mengenai UMKM di Indonesia adalah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Regulasi ini mendefinisikan UMKM berdasarkan kriteria modal usaha dan hasil penjualan tahunan.

UU tersebut kemudian diperkuat dan disesuaikan melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja serta berbagai aturan turunannya, termasuk Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM.

Secara umum, klasifikasi UMKM dibagi menjadi:

  • Usaha mikro
  • Usaha kecil
  • Usaha menengah

Klasifikasi ini menentukan hak, kewajiban, akses pembiayaan, skema pajak, hingga batas kemampuan mengikuti proyek pemerintah.

Dalam praktik sektor konstruksi, klasifikasi usaha sering dikaitkan dengan kemampuan dasar badan usaha, modal disetor, serta kepemilikan tenaga kerja bersertifikat SKK Konstruksi. Karena itu, pelaku usaha juga perlu memahami pengertian SBU jasa konstruksi agar legalitas usaha sesuai ketentuan LPJK.

Baca Juga: Perusahaan CV di Indonesia: Panduan Legal dan Peluang Usaha

Dasar Hukum UU Tentang UMKM di Indonesia

Beberapa regulasi penting yang menjadi dasar hukum UMKM di Indonesia meliputi:

  • Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM
  • Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja
  • Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021
  • Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang OSS Berbasis Risiko
  • Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

Dalam Perpres Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, terdapat kebijakan afirmasi untuk UMKM melalui paket pekerjaan dengan nilai tertentu yang diprioritaskan bagi usaha kecil. Kebijakan ini membuka peluang besar bagi perusahaan jasa konstruksi skala kecil untuk masuk ke pasar proyek pemerintah.

Namun, untuk dapat mengikuti tender atau pengadaan langsung, perusahaan tetap wajib memiliki legalitas yang sesuai. Salah satunya adalah kepemilikan NIB dan SBU yang aktif. Pelaku usaha dapat mempelajari lebih lanjut mengenai perizinan usaha konstruksi OSS dan NIB agar proses legalitas berjalan sesuai aturan.

Baca Juga: Contoh TTD Kontrak Kerja dan Cara Pengesahannya

Kriteria UMKM Berdasarkan PP Nomor 7 Tahun 2021

Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 memperbarui klasifikasi UMKM berdasarkan modal usaha atau hasil penjualan tahunan.

Berikut gambaran umum klasifikasi tersebut:

Kategori Modal Usaha Penjualan Tahunan
Usaha Mikro Sampai Rp1 miliar Sampai Rp2 miliar
Usaha Kecil Lebih dari Rp1 miliar sampai Rp5 miliar Rp2 miliar sampai Rp15 miliar
Usaha Menengah Lebih dari Rp5 miliar sampai Rp10 miliar Rp15 miliar sampai Rp50 miliar

Nilai tersebut tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Dalam praktik pengurusan SBU, kemampuan usaha juga dipengaruhi oleh klasifikasi dan kualifikasi badan usaha.

Misalnya, perusahaan kontraktor gedung dapat memilih klasifikasi seperti BG001 konstruksi gedung hunian atau bidang lain sesuai ruang lingkup pekerjaannya.

Baca Juga: Surat Tanda Tangan Kontrak Kerja: Panduan Lengkap dan Contoh

Hubungan UU UMKM dengan OSS dan NIB

Salah satu perubahan besar pasca terbitnya UU Cipta Kerja adalah penerapan OSS berbasis risiko. OSS atau Online Single Submission merupakan sistem perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik.

Melalui OSS, pelaku UMKM dapat memperoleh:

  • Nomor Induk Berusaha (NIB)
  • Sertifikat standar
  • Izin usaha berbasis risiko
  • Akses kepabeanan dan perpajakan

Bagi usaha jasa konstruksi, NIB menjadi identitas utama perusahaan sebelum melanjutkan proses sertifikasi badan usaha. Setelah memiliki NIB, badan usaha dapat mengurus sertifikasi sesuai bidang pekerjaannya.

Sebagai contoh, perusahaan yang bergerak di bidang jalan dan jembatan dapat mengurus klasifikasi seperti BS001 konstruksi bangunan sipil jalan sesuai ketentuan LPJK.

Penerapan OSS berbasis risiko memberikan kemudahan administrasi, tetapi juga menuntut ketelitian dalam memilih KBLI dan bidang usaha. Kesalahan klasifikasi dapat menyebabkan kendala saat pengajuan tender atau sertifikasi.

Baca Juga: Badan Hukum Perusahaan untuk Jasa Konstruksi

Manfaat UU Tentang UMKM bagi Pelaku Usaha

UU tentang UMKM memberikan berbagai manfaat nyata bagi pelaku usaha di Indonesia, terutama dalam aspek legalitas, pembiayaan, dan pengembangan bisnis.

Kemudahan Perizinan

Pemerintah menyederhanakan proses perizinan melalui OSS dan digitalisasi layanan usaha. Pelaku usaha kini dapat mengurus NIB secara daring tanpa harus datang ke banyak instansi.

Akses Pembiayaan

UMKM memperoleh akses lebih luas terhadap Kredit Usaha Rakyat (KUR), pembiayaan bank, hingga program pembinaan pemerintah.

Peluang Tender Pemerintah

Perpres Pengadaan Barang/Jasa memberi ruang lebih besar bagi UMKM untuk mengerjakan proyek pemerintah dengan nilai tertentu.

Insentif Pajak

Pemerintah beberapa kali memberikan insentif pajak UMKM, termasuk tarif PPh Final UMKM sesuai PP Nomor 55 Tahun 2022.

Bagi perusahaan jasa konstruksi kecil, manfaat ini sangat penting karena biaya legalitas dan operasional usaha sering menjadi tantangan utama pada fase awal bisnis.

Baca Juga: Kontrak Karyawan: Aturan, Jenis, dan Contohnya

Dampak UU UMKM terhadap Usaha Jasa Konstruksi

Sektor konstruksi termasuk bidang usaha yang sangat dipengaruhi oleh regulasi legalitas dan sertifikasi. Walaupun UMKM mendapat kemudahan usaha, bidang konstruksi tetap memiliki standar kompetensi dan keamanan kerja yang ketat.

Perusahaan jasa konstruksi wajib memenuhi ketentuan tertentu seperti:

  • Memiliki NIB aktif
  • Memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU)
  • Memiliki tenaga kerja bersertifikat SKK
  • Menyesuaikan KBLI dengan bidang pekerjaan
  • Memenuhi standar keselamatan konstruksi

Karena itu, pelaku usaha tidak cukup hanya memahami UU UMKM, tetapi juga perlu mengetahui bidang SBU konsultan atau klasifikasi kontraktor sesuai jenis usaha yang dijalankan.

Misalnya, perusahaan spesialis struktur beton dapat mengurus KK012 pekerjaan struktur beton agar ruang lingkup usahanya sesuai dengan kebutuhan proyek.

Baca Juga: Surat Perjanjian Karyawan: Fungsi, Isi, dan Contohnya

Tantangan UMKM dalam Memenuhi Legalitas Usaha

Meskipun regulasi memberikan kemudahan, banyak UMKM masih menghadapi tantangan dalam memenuhi aspek legalitas usaha.

Beberapa kendala yang sering terjadi antara lain:

  • Kurangnya pemahaman regulasi OSS
  • Salah memilih KBLI
  • Belum memiliki tenaga kerja bersertifikat
  • Kesulitan memenuhi persyaratan administrasi
  • Keterbatasan modal usaha

Dalam sektor konstruksi, kesalahan administrasi dapat berdampak serius seperti gagal tender, penolakan sertifikasi, atau tidak dapat mengikuti proyek pemerintah.

Karena itu, verifikasi data badan usaha menjadi langkah penting. Pelaku usaha dapat memahami proses cek dan verifikasi SBU jasa konstruksi untuk memastikan legalitas perusahaan tetap aktif dan valid.

Baca Juga: Undang Undang Tentang UMKM: Dasar Hukum dan Panduan

Strategi UMKM agar Siap Bersaing di Sektor Konstruksi

Pelaku UMKM di bidang konstruksi perlu membangun sistem usaha yang lebih profesional agar mampu bersaing di pasar proyek swasta maupun pemerintah.

Memastikan Legalitas Lengkap

Pastikan perusahaan memiliki NIB, NPWP, SBU, dan dokumen administrasi lainnya yang aktif.

Menyesuaikan Bidang SBU

Pilih klasifikasi SBU sesuai pekerjaan utama perusahaan. Kesalahan klasifikasi dapat menghambat peluang tender.

Meningkatkan Kompetensi Tenaga Kerja

Tenaga ahli dan tenaga terampil perlu memiliki SKK Konstruksi sesuai jenjang kompetensi.

Membangun Rekam Jejak Proyek

Dokumentasi proyek menjadi faktor penting dalam evaluasi tender dan sertifikasi usaha.

Memanfaatkan Digitalisasi

Gunakan sistem administrasi digital untuk pengarsipan dokumen, perpajakan, dan manajemen proyek.

Jika usaha bergerak di bidang instalasi mekanikal atau elektrikal, penting memahami klasifikasi seperti IN001 instalasi mekanikal agar cakupan pekerjaan sesuai regulasi.

Baca Juga: Surat Kesepakatan Kerja: Pengertian, Fungsi, dan Contoh

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa dasar hukum utama UMKM di Indonesia?

Dasar hukum utama UMKM adalah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang diperbarui melalui UU Cipta Kerja dan PP Nomor 7 Tahun 2021.

Apakah UMKM wajib memiliki NIB?

Ya. NIB menjadi identitas usaha resmi yang diterbitkan melalui OSS dan menjadi dasar legalitas usaha.

Apakah usaha konstruksi kecil wajib memiliki SBU?

Ya. Badan usaha jasa konstruksi wajib memiliki Sertifikat Badan Usaha sesuai klasifikasi dan kualifikasi pekerjaannya.

Apakah UMKM bisa mengikuti tender pemerintah?

Bisa. Pemerintah menyediakan paket pekerjaan tertentu yang diprioritaskan bagi usaha kecil dan menengah sesuai Perpres Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Apakah OSS menggantikan seluruh izin usaha?

OSS menjadi sistem utama perizinan berusaha, tetapi beberapa sektor tetap memerlukan sertifikasi tambahan seperti SBU, SKK, atau izin teknis lainnya.

Baca Juga: Surat Kontrak Kerja Sama: Panduan Lengkap dan Contohnya

Kesimpulan

UU tentang UMKM menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan usaha di Indonesia, termasuk sektor jasa konstruksi. Regulasi ini tidak hanya memberikan perlindungan hukum, tetapi juga membuka akses perizinan, pembiayaan, dan peluang proyek pemerintah bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

Namun, kemudahan tersebut tetap harus diimbangi dengan kepatuhan terhadap regulasi teknis dan legalitas usaha. Dalam sektor konstruksi, pemahaman mengenai OSS, NIB, SBU, dan klasifikasi usaha menjadi faktor penting agar perusahaan dapat berkembang secara profesional dan berkelanjutan. Untuk memahami ekosistem legalitas usaha konstruksi secara menyeluruh, Anda dapat mempelajari panduan lengkap SBU jasa konstruksi sebagai referensi utama.

Baca Juga: Surat Pernyataan Kontrak Kerja dan Contohnya

Sumber & referensi

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja

Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM

Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang OSS Berbasis Risiko

Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

OSS Indonesia

Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK)

Tentang Penulis

Dhicky Haryadi Supriyono

Dhicky Haryadi Supriyono

Konsultan Tender & Sertifikasi

Sebagai Konsultan Tender & Sertifikasi di indosbu.com, Dhicky Haryadi Supriyono terbiasa membantu perusahaan menyelaraskan strategi bisnis dengan kebutuhan perizinan dan persyaratan tender yang terus berkembang.

Keahliannya meliputi penataan dokumen legal badan usaha, validasi kelayakan klasifikasi/subklasifikasi, serta koordinasi lintas fungsi agar pengajuan SBU, SKK, dan dokumen pendukung dilakukan tepat sasaran.

Lihat Profil Penulis

Artikel terkait

Bacaan lanjutan yang relevan
Semua artikel