15+ Tahun Pengalaman
1000+ Klien Puas
Terpercaya & Resmi

Menangani Risiko dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000

Pelajari cara mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengelola risiko dalam sistem manajemen keamanan pangan ISO 22000. Dapatkan layanan sertifikasi ISO tanpa ribet dari Gaivo Consulting.

Tim Ahli indosbu.com
Tim Ahli indosbu.com
Konsultan SBU Konstruksi
04 Mar 2024
15+

Tahun Pengalaman

1000+

Klien Puas

98%

Tingkat Keberhasilan

24/7

Layanan Konsultasi

Menangani Risiko dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000 - Menangani Risiko dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000

Gambar Ilustrasi Menangani Risiko dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000

Pelajari cara mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengelola risiko dalam sistem manajemen keamanan pangan ISO 22000. Dapatkan layanan sertifikasi ISO tanpa ribet dari Gaivo Consulting.

Baca Juga: Riksa Uji dan SIA/SILO Mesin CNC: Jamin Keamanan dan Legalitas Alat Produksi
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:

Pengantar

Sistem Manajemen Keamanan Pangan (FSMS) adalah aspek krusial dalam industri makanan untuk memastikan produk yang aman dikonsumsi oleh konsumen. ISO 22000 adalah standar internasional yang memberikan kerangka kerja untuk mengelola keamanan pangan di seluruh rantai pasokan makanan. Dalam konteks ini, penanganan risiko memainkan peran penting dalam memastikan keamanan pangan. Artikel ini akan menjelaskan langkah-langkah untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengelola risiko dalam sistem manajemen keamanan pangan ISO 22000.

Baca Juga: Mata Elang K3: Inspeksi Lokasi Kerja Aman oleh Ahli K3 Umum!
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:

Identifikasi Risiko dalam ISO 22000

Langkah pertama dalam menangani risiko dalam sistem manajemen keamanan pangan ISO 22000 adalah mengidentifikasi risiko potensial yang dapat mempengaruhi keamanan pangan. Ini melibatkan pengumpulan informasi tentang berbagai ancaman dan bahaya yang mungkin terjadi dalam rantai pasokan makanan, termasuk bahan baku, proses produksi, penyimpanan, distribusi, dan konsumsi akhir.

  1. Analisis Bahaya: Identifikasi potensi bahaya fisik, kimia, dan biologis yang dapat mengkontaminasi produk makanan.
  2. Penilaian Risiko: Evaluasi kemungkinan terjadinya bahaya dan dampaknya terhadap keamanan pangan.
  3. Penentuan Kendali: Menentukan kontrol yang diperlukan untuk mengurangi atau menghilangkan risiko potensial dalam rantai pasokan makanan.
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:

Evaluasi Risiko dalam ISO 22000

Setelah risiko diidentifikasi, langkah selanjutnya adalah mengevaluasi risiko untuk menentukan tingkat keparahan dan urgensi tindakan yang diperlukan. Evaluasi risiko melibatkan analisis lebih lanjut terhadap bahaya yang diidentifikasi untuk menilai kemungkinan terjadinya dan dampaknya terhadap keamanan pangan.

  1. Prioritasi Risiko: Menetapkan prioritas pada risiko berdasarkan tingkat keparahan, probabilitas terjadinya, dan kemungkinan dampaknya terhadap produk makanan.
  2. Penilaian Risiko Lanjutan: Melakukan penilaian lebih lanjut terhadap risiko yang memiliki dampak yang signifikan atau kemungkinan terjadinya tinggi.
  3. Penetapan Tindakan: Menentukan tindakan yang diperlukan untuk mengelola risiko, termasuk implementasi kontrol tambahan atau perubahan prosedur operasional.
Baca Juga: Panduan Lengkap Riksa Uji dan Jasa Ubah Plat Kendaraan: Hitam ke Kuning dan Sebaliknya
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:

Manajemen Risiko dalam ISO 22000

Setelah risiko dievaluasi, langkah selanjutnya adalah mengelola risiko tersebut dengan menerapkan kontrol yang sesuai dan memonitor efektivitasnya. Manajemen risiko dalam ISO 22000 melibatkan proses berkelanjutan untuk memastikan bahwa risiko diidentifikasi, dievaluasi, dan ditangani dengan tepat.

  1. Implementasi Kontrol: Menerapkan kontrol keamanan pangan yang telah ditentukan untuk mengurangi risiko yang teridentifikasi dalam rantai pasokan makanan.
  2. Pemantauan dan Pengukuran: Memantau efektivitas kontrol yang diterapkan dan melakukan pengukuran teratur untuk memastikan keamanan pangan yang terjaga.
  3. Perbaikan Berkelanjutan: Melakukan evaluasi berkala terhadap sistem manajemen risiko dan melakukan perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitasnya.
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:

Komunikasi dan Konsultasi

Salah satu aspek penting dari manajemen risiko dalam ISO 22000 adalah komunikasi yang efektif dan konsultasi dengan pemangku kepentingan terkait. Ini melibatkan berbagi informasi tentang risiko yang diidentifikasi, tindakan yang diambil, dan kemajuan dalam mengelola risiko.

  1. Komunikasi Internal: Berbagi informasi tentang risiko dan tindakan pencegahan dengan tim internal yang terlibat dalam produksi dan pengawasan makanan.
  2. Komunikasi Eksternal: Melakukan komunikasi dengan pemasok, pelanggan, dan badan pengatur terkait tentang upaya yang dilakukan untuk memastikan keamanan pangan.
  3. Konsultasi dengan Pakar: Melibatkan konsultan keamanan pangan atau ahli risiko dalam diskusi tentang strategi pengelolaan risiko yang lebih lanjut dan implementasi kontrol yang efektif.
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:

Penyuluhan dan Pelatihan

Penyuluhan dan pelatihan merupakan komponen penting dalam memastikan bahwa seluruh personel yang terlibat dalam rantai pasokan makanan memahami risiko yang terlibat dan tindakan yang diperlukan untuk mengelola risiko tersebut. Ini membantu meningkatkan kesadaran akan keamanan pangan dan memastikan bahwa prosedur operasional standar diikuti dengan benar.

  1. Pelatihan Personel: Melakukan pelatihan reguler kepada personel terkait keamanan pangan, termasuk identifikasi bahaya, tindakan pencegahan, dan tanggapan darurat.
  2. Pelatihan Mitra Bisnis: Memastikan bahwa mitra bisnis, seperti pemasok dan kontraktor, juga mendapatkan pelatihan yang sesuai tentang keamanan pangan dan standar ISO 22000.
  3. Penyuluhan Masyarakat: Mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keamanan pangan dan langkah-langkah yang diambil untuk melindungi konsumen dari risiko kesehatan yang terkait.
Baca Juga: Rahasia Sukses Bisnis: Mengapa Sertifikasi ISO Menjadi Kunci Keberhasilan Perusahaan Modern?
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:

Audit Internal

Audit internal adalah bagian integral dari proses manajemen risiko dalam ISO 22000. Ini melibatkan evaluasi independen terhadap sistem manajemen keamanan pangan untuk memastikan kepatuhan terhadap standar ISO dan identifikasi area yang memerlukan perbaikan.

  1. Perencanaan Audit: Menetapkan lingkup, tujuan, dan jadwal audit internal untuk memastikan bahwa seluruh aspek sistem manajemen keamanan pangan diinspeksi secara menyeluruh.
  2. Pelaksanaan Audit: Melakukan audit internal dengan memeriksa dokumen, prosedur, dan praktik operasional yang terkait dengan keamanan pangan.
  3. Pelaporan Hasil: Menyusun laporan audit yang mencakup temuan, rekomendasi perbaikan, dan tindak lanjut yang diperlukan untuk memperbaiki kepatuhan terhadap standar ISO 22000.
Baca Juga: Diklat K3: Panduan Lengkap, Manfaat, dan Cara Mengikuti Pelatihan Keselamatan Kerja
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:

Tindak Lanjut dan Perbaikan

Tindak lanjut dan perbaikan adalah tahap terakhir dalam siklus manajemen risiko dalam ISO 22000. Ini melibatkan implementasi tindakan korektif dan pencegahan untuk memperbaiki kelemahan yang diidentifikasi selama audit dan evaluasi risiko.

  1. Implementasi Tindakan Korektif: Melakukan tindakan segera untuk memperbaiki masalah atau kelemahan yang diidentifikasi selama audit atau evaluasi risiko.
  2. Evaluasi Efektivitas: Menilai efektivitas tindakan korektif yang diimplementasikan untuk memastikan bahwa masalah telah diselesaikan dengan memuaskan.
  3. Peningkatan Berkelanjutan: Menggunakan temuan dari audit dan evaluasi risiko untuk melakukan perbaikan berkelanjutan dalam sistem manajemen keamanan pangan.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, perusahaan dapat mengatasi tantangan kepatuhan dalam ISO 22000 dengan lebih efektif dan memastikan keamanan pangan yang tinggi untuk konsumen mereka.

Dapatkan sertifikasi ISO 22000 untuk sistem manajemen keamanan pangan Anda tanpa ribet dengan bantuan Gaivo Consulting. Kami menyediakan layanan sertifikasi yang dapat diandalkan dan membantu Anda mencapai standar keamanan pangan tertinggi.

Konsultasi Gratis

Dapatkan konsultasi langsung dari tim ahli kami untuk solusi terbaik.

Chat WhatsApp
Hubungi Kami
Jam Kerja
Senin - Jumat: 08:00 - 17:00

Layanan Profesional Kami

Solusi lengkap untuk kebutuhan perizinan dan sertifikasi konstruksi Anda

SBU Kontraktor

Pengurusan SBU untuk kontraktor konstruksi dengan berbagai klasifikasi dan kualifikasi sesuai kebutuhan tender.

Pelajari Lebih Lanjut
SBU Konsultan

Pengurusan SBU untuk konsultan konstruksi dengan standar profesional dan kualifikasi yang tepat.

Pelajari Lebih Lanjut
SKK Konstruksi

Sertifikat Kompetensi Kerja untuk tenaga ahli konstruksi dengan standar BNSP yang diakui nasional.

Pelajari Lebih Lanjut
CSMS

Contractor Safety Management System untuk Migas, Pertamina, dan PLN dengan standar keselamatan tinggi.

Pelajari Lebih Lanjut
SBU Non Konstruksi

Pengurusan SBU untuk bidang non konstruksi seperti jasa konsultansi, pengadaan, dan layanan lainnya.

Pelajari Lebih Lanjut
SBUJPTL

Sertifikat Badan Usaha Jasa Penunjang Tenaga Listrik untuk perusahaan di sektor kelistrikan.

Pelajari Lebih Lanjut
Tim Ahli indosbu.com

Tim Ahli indosbu.com

Konsultan SBU Konstruksi Profesional

Tentang Indosbu.com

Indosbu.com adalah perusahaan konsultan profesional yang berdedikasi untuk membantu perusahaan mencapai kesuksesan dalam dunia konstruksi dan tender. Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun, kami telah membantu ribuan klien dalam mengurus berbagai jenis perizinan dan sertifikasi.

Tim ahli kami terdiri dari para profesional yang berpengalaman dalam bidang konstruksi, perizinan, dan strategi bisnis. Kami memahami kompleksitas regulasi dan persyaratan yang dibutuhkan untuk mengikuti tender konstruksi, baik di sektor pemerintah maupun swasta.

Sebagai konsultan terpercaya, kami menyediakan layanan lengkap mulai dari konsultasi awal, persiapan dokumen, hingga pendampingan proses pengurusan sertifikat. Komitmen kami adalah memberikan solusi terbaik dengan standar profesional yang tinggi.

Keunggulan Kami
  • 15+ Tahun Pengalaman
  • 1000+ Klien Puas
  • 98% Tingkat Keberhasilan
  • Layanan 24/7
Sertifikasi & Lisensi
  • Terdaftar di LPJK
  • Berlisensi Resmi
  • ISO 9001:2015
  • Standar Internasional

Siap Memenangkan Tender Konstruksi?

Indosbu.com membantu Anda melakukan persiapan tender perusahaan dari perencanaan mengambil bidang usaha, kualifikasi, sampai dengan persiapan dokumen tender dengan tujuan untuk memenangkan proyek.

  • Konsultasi Gratis
  • Analisis Kebutuhan
  • Persiapan Dokumen
  • Pendampingan Proses
  • Garansi Keberhasilan
  • Layanan 24/7
Konsultasi Gratis

Dapatkan konsultasi langsung dari tim ahli kami

Respon dalam 5 menit

Artikel Terkait

Pelajari lebih lanjut tentang dunia konstruksi dan tender

CV atau PT: Panduan Perizinan SBU dan Legalitas Konstruksi
31 Dec
CV atau PT: Panduan Perizinan SBU dan Legalitas Konstruksi

Kegagalan dalam memenangkan tender proyek konstruksi sering kali bukan disebabkan oleh harga yang tidak kompetitif, mela...

CV Badan Usaha Konstruksi: Syarat SBU, SKK, dan Izin 2025
30 Dec
CV Badan Usaha Konstruksi: Syarat SBU, SKK, dan Izin 2025

Dinamika industri konstruksi di Indonesia saat ini tengah berada pada titik persaingan yang sangat ketat namun penuh pel...

Contoh Perjanjian Franchise dan Legalitas Konstruksi: Panduan Lengkap
29 Dec
Contoh Perjanjian Franchise dan Legalitas Konstruksi: Panduan Lengkap

Dinamika industri konstruksi di Indonesia pada tahun 2025 menunjukkan angka pertumbuhan yang sangat signifikan, dengan a...

Bidang Usaha KBLI Konstruksi: Panduan Lengkap SBU & OSS
26 Dec
Bidang Usaha KBLI Konstruksi: Panduan Lengkap SBU & OSS

Kegagalan administratif dalam proses tender sering kali menjadi mimpi buruk bagi pelaku usaha jasa konstruksi. Data dari...

Syarat Mendirikan Perusahaan Konstruksi: Panduan SBU & OSS
24 Dec
Syarat Mendirikan Perusahaan Konstruksi: Panduan SBU & OSS

Dunia infrastruktur Indonesia sedang bergerak sangat masif dengan pagu anggaran kementerian yang mencapai ratusan triliu...

CV Badan Hukum: Transformasi Izin Usaha Konstruksi 2025
23 Dec
CV Badan Hukum: Transformasi Izin Usaha Konstruksi 2025

Memasuki periode anggaran 2025, dinamika industri konstruksi di Indonesia mengalami pergeseran yang sangat signifikan. D...

Proses Pembuatan CV Perusahaan Konstruksi: Syarat & Sertifikasi
22 Dec
Proses Pembuatan CV Perusahaan Konstruksi: Syarat & Sertifikasi

Sepanjang tahun operasional 2024, data dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) mengungkapkan fakt...

Proses Pendirian PT Konstruksi: Panduan Legalitas SBU 2025
18 Dec
Proses Pendirian PT Konstruksi: Panduan Legalitas SBU 2025

Data terbaru dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menunjukkan bahwa ribuan paket tender konstr...

CV Usaha Adalah: Panduan Lengkap Legalitas, Perizinan, dan Strategi Akses Tender Konstruksi
16 Dec
CV Usaha Adalah: Panduan Lengkap Legalitas, Perizinan, dan Strategi Akses Tender Konstruksi

Sektor Jasa Konstruksi di Indonesia adalah arena persaingan yang ketat, di mana legalitas perusahaan adalah penentu utam...

Panduan Lengkap Contoh Perjanjian Kerja Karyawan: Legalitas Kontraktor dan Kepatuhan Tenaga Kerja Konstruksi
15 Dec
Panduan Lengkap Contoh Perjanjian Kerja Karyawan: Legalitas Kontraktor dan Kepatuhan Tenaga Kerja Konstruksi

Sektor Konstruksi dicirikan oleh mobilitas tenaga kerja yang tinggi dan jadwal proyek yang ketat. Risiko sengketa hubung...

Panduan Lengkap Kontrak Kerja 3 Bulan: Aspek Legalitas dan Risiko Bisnis Konstruksi
12 Dec
Panduan Lengkap Kontrak Kerja 3 Bulan: Aspek Legalitas dan Risiko Bisnis Konstruksi

Sifat industri Konstruksi yang berbasis proyek dan memiliki siklus kerja tidak tetap seringkali memaksa perusahaan mengg...

Panduan Lengkap: Persyaratan Pendirian CV Konstruksi Terbaru 2025 dan Sertifikasi Wajib
11 Dec
Panduan Lengkap: Persyaratan Pendirian CV Konstruksi Terbaru 2025 dan Sertifikasi Wajib

Sektor jasa konstruksi adalah salah satu mesin utama pembangunan di Indonesia, dengan ribuan proyek pemerintah dan swast...

Panduan Lengkap Persyaratan Membuat CV Perusahaan: Legalitas Awal Bisnis Konstruksi
10 Dec
Panduan Lengkap Persyaratan Membuat CV Perusahaan: Legalitas Awal Bisnis Konstruksi

Dalam industri konstruksi Indonesia yang sangat bergantung pada legalitas, bentuk badan usaha adalah penentu utama akses...

Panduan Contoh Akta Pendirian Perusahaan CV dan Persyaratan SBU Konstruksi
10 Dec
Panduan Contoh Akta Pendirian Perusahaan CV dan Persyaratan SBU Konstruksi

Sektor jasa konstruksi Indonesia kini beroperasi di bawah payung regulasi yang menuntut profesionalisme dan legalitas pe...

Panduan Lengkap Persyaratan CV dalam Pengurusan SBU Konstruksi dan Izin Usaha
09 Dec
Panduan Lengkap Persyaratan CV dalam Pengurusan SBU Konstruksi dan Izin Usaha

Indonesia saat ini sedang gencar menggarap proyek infrastruktur strategis yang bernilai triliunan Rupiah. Namun, pernahk...

Proses Konsultasi SBU Konstruksi Profesional

Mengapa Memilih Kami?

Konsultasikan perencanaan tender dengan kami, supaya dapat mengikuti jadwal tender pemerintah/swasta dengan baik dan memenangkan proyek.

Konsultan atau Kontraktor

Layanan untuk semua jenis badan usaha

Spesialis atau Umum

Fleksibel sesuai kebutuhan bisnis

Skala Kecil hingga Besar

Melayani semua ukuran perusahaan

Layanan Lengkap

Dari izin dasar hingga operasional

Layanan Sertifikasi Tambahan

Lengkapi kebutuhan sertifikasi perusahaan Anda dengan layanan profesional kami

ISO 9001:2015

Sistem manajemen mutu internasional untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan.

Pelajari Lebih Lanjut
ISO 14001:2015

Sistem manajemen lingkungan untuk praktik ramah lingkungan dan keberlanjutan bisnis.

Pelajari Lebih Lanjut
ISO 27001:2013

Sistem manajemen keamanan informasi untuk melindungi aset data perusahaan.

Pelajari Lebih Lanjut
ISO 37001:2016

Sistem manajemen anti-penyuapan untuk etika bisnis dan integritas perusahaan.

Pelajari Lebih Lanjut
ISO 45001:2018

Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja untuk lingkungan kerja yang aman.

Pelajari Lebih Lanjut
CSMS

Contractor Safety Management System untuk Migas, Pertamina, dan PLN.

Pelajari Lebih Lanjut

Bagaimana Cara Kami Membantu Perusahaan Anda?

Proses konsultasi profesional yang terbukti efektif

01
Business Goal Analysis

Ceritakan kepada kami, goal bisnis Anda.

  • Mau ambil kualifikasi kontraktor atau konsultan
  • Kapan akan mengikuti tender
  • Tender apa yang akan diikuti
02
Review Kebutuhan Teknis

Analisis mendalam terhadap persyaratan teknis.

  • Data penjualan tahunan
  • Data kemampuan keuangan/nilai aset
  • Data ketersediaan Tenaga Kerja Konstruksi
  • Data kemampuan peralatan konstruksi
03
Tenaga Ahli & Peralatan

Evaluasi tenaga ahli dan peralatan pendukung konstruksi.

  • Proses SKK - Sertifikat Kompetensi Kerja
  • Pemenuhan Peralatan Konstruksi
  • Ijin Operator (SIO) dan Ijin Alat (SIA)
04
Proses SBU

SBU Jasa Konstruksi dikeluarkan oleh LSBU yang diakreditasi LPJK PUPR.

  • BUJK Nasional
  • BUJK PMA
  • BUJK Asing