15+ Tahun Pengalaman
1000+ Klien Puas
Terpercaya & Resmi

Manajemen Risiko dalam Proyek Konstruksi - Panduan Lengkap untuk Mengelola Risiko dalam Proyek Konstruksi

Tim Ahli indosbu.com
Tim Ahli indosbu.com
Konsultan SBU Konstruksi
11 Jul 2023
15+

Tahun Pengalaman

1000+

Klien Puas

98%

Tingkat Keberhasilan

24/7

Layanan Konsultasi

Manajemen Risiko dalam Proyek Konstruksi - Panduan Lengkap untuk Mengelola Risiko dalam Proyek Konstruksi -

Gambar Ilustrasi Manajemen Risiko dalam Proyek Konstruksi - Panduan Lengkap untuk Mengelola Risiko dalam Proyek Konstruksi

Manajemen risiko adalah aspek kritis dalam pengelolaan proyek konstruksi. Risiko dalam proyek konstruksi dapat berasal dari berbagai faktor seperti perubahan desain, keterlambatan pemasok, ketidaksesuaian dengan peraturan, kondisi geografis, dan banyak lagi. Menerapkan manajemen risiko yang efektif memungkinkan para pemangku kepentingan proyek untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengelola risiko dengan tujuan mengurangi dampak negatif dan meningkatkan peluang keberhasilan proyek.

Artikel ini akan membahas pentingnya manajemen risiko dalam proyek konstruksi dan memberikan panduan langkah-demi-langkah dalam mengelola risiko. Anda akan mempelajari strategi mitigasi, penggunaan alat dan teknik untuk mengurangi risiko, serta praktik terbaik dalam manajemen risiko. Dengan memahami manajemen risiko secara menyeluruh, Anda dapat meningkatkan peluang kesuksesan proyek konstruksi dan mencapai hasil yang lebih baik.

Manajemen Risiko dalam Proyek Konstruksi - Panduan Lengkap untuk Mengelola Risiko dalam Proyek Konstruksi
Baca Juga: Pengawas Konstruksi: Pentingnya Peran dan Keberadaan dalam Proyek Konstruksi
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:

Main Content

1. Identifikasi Risiko

Langkah pertama dalam manajemen risiko adalah mengidentifikasi risiko yang mungkin terkait dengan proyek konstruksi. Risiko dapat bervariasi, mulai dari risiko teknis seperti kegagalan struktur hingga risiko non-teknis seperti perubahan kebijakan pemerintah. Penting untuk melakukan analisis menyeluruh terhadap proyek, mengidentifikasi semua kemungkinan risiko yang mungkin timbul, dan mencatatnya secara rinci. Identifikasi risiko merupakan dasar untuk langkah-langkah selanjutnya dalam manajemen risiko.

2. Evaluasi Risiko

Setelah identifikasi risiko, langkah berikutnya adalah mengevaluasi risiko yang telah diidentifikasi. Evaluasi risiko melibatkan penilaian terhadap dampak potensial dari setiap risiko yang mungkin terjadi dan tingkat keparahannya. Dalam proses ini, risiko-risiko yang memiliki dampak yang signifikan terhadap proyek akan menjadi prioritas untuk mitigasi lebih lanjut. Evaluasi risiko membantu dalam mengalokasikan sumber daya dengan efektif dan menentukan langkah-langkah pengendalian yang tepat.

3. Analisis Probabilitas dan Dampak

Pada tahap ini, dilakukan analisis terhadap probabilitas terjadinya risiko dan dampaknya terhadap proyek konstruksi. Probabilitas merujuk pada sejauh mana risiko mungkin terjadi, sedangkan dampak merujuk pada konsekuensi risiko terhadap proyek. Analisis ini membantu dalam mengenali risiko-risiko yang memiliki probabilitas tinggi dan dampak yang signifikan, yang kemudian dapat diberikan perhatian yang lebih intensif dalam upaya mitigasi.

4. Pengembangan Strategi Mitigasi

Setelah identifikasi, evaluasi, dan analisis risiko, langkah selanjutnya adalah pengembangan strategi mitigasi. Strategi mitigasi bertujuan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya risiko atau mengurangi dampaknya jika risiko terjadi. Strategi mitigasi dapat berupa perubahan perencanaan, pemilihan teknologi yang lebih aman, penggunaan kontrak yang lebih ketat, atau penggunaan asuransi risiko proyek. Setiap risiko harus memiliki strategi mitigasi yang sesuai untuk meminimalkan risiko terhadap proyek konstruksi.

5. Implementasi dan Monitoring

Setelah pengembangan strategi mitigasi, langkah selanjutnya adalah implementasi dan monitoring. Strategi mitigasi harus diterapkan dengan seksama sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Selama implementasi, penting untuk terus memantau efektivitas strategi mitigasi yang diterapkan dan mengukur dampaknya terhadap risiko. Monitoring secara berkala memungkinkan penyesuaian strategi mitigasi jika diperlukan dan memastikan bahwa risiko tetap terkendali selama berjalannya proyek.

6. Penggunaan Alat dan Teknik Manajemen Risiko

Dalam manajemen risiko, terdapat berbagai alat dan teknik yang dapat digunakan untuk membantu mengelola risiko proyek konstruksi dengan lebih efektif. Beberapa alat dan teknik umum meliputi:

  • Analisis SWOT: Analisis SWOT membantu dalam mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang terkait dengan proyek. Hal ini membantu dalam mengenali risiko-risiko yang mungkin muncul dari faktor internal dan eksternal proyek.
  • Peta Risiko: Peta risiko adalah alat visual yang digunakan untuk mengidentifikasi dan memvisualisasikan risiko dalam proyek. Peta risiko membantu dalam memahami hubungan antara risiko, dampak, dan probabilitas terjadinya.
  • Analisis Berbasis Skenario: Analisis berbasis skenario melibatkan pembuatan skenario alternatif untuk menggambarkan kemungkinan risiko dan dampaknya terhadap proyek. Ini membantu dalam merencanakan respons dan pengendalian jika risiko terjadi.
  • Permodelan dan Simulasi: Permodelan dan simulasi digunakan untuk memprediksi dampak risiko terhadap proyek melalui penggunaan data dan simulasi matematika. Ini membantu dalam menguji strategi mitigasi dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya.

7. Pelibatan Stakeholder

Pelibatan stakeholder adalah penting dalam manajemen risiko. Para pemangku kepentingan proyek konstruksi harus terlibat dalam proses identifikasi risiko, evaluasi risiko, dan pengembangan strategi mitigasi. Stakeholder memiliki wawasan dan pengetahuan yang berharga dalam mengidentifikasi risiko yang relevan dan memberikan perspektif yang unik dalam mitigasi risiko. Dengan melibatkan stakeholder, proyek konstruksi dapat mendapatkan dukungan yang lebih besar dan meningkatkan efektivitas manajemen risiko secara keseluruhan.

8. Evaluasi dan Pembelajaran

Evaluasi dan pembelajaran adalah tahap akhir dalam manajemen risiko. Setelah proyek selesai, penting untuk melakukan evaluasi terhadap proses manajemen risiko yang telah dilakukan. Evaluasi ini melibatkan mengevaluasi keberhasilan strategi mitigasi, mengidentifikasi pelajaran yang dapat dipetik, dan mencatat pengalaman yang berharga untuk proyek-proyek masa depan. Dengan pembelajaran dari pengalaman, pengelola proyek konstruksi dapat meningkatkan manajemen risiko mereka secara berkelanjutan dan mengurangi risiko dalam proyek-proyek selanjutnya.

Manajemen Risiko dalam Proyek Konstruksi - Panduan Lengkap untuk Mengelola Risiko dalam Proyek Konstruksi
Baca Juga: Sertifikat ISO 9001 dan Bidang Konstruksi: Manfaat, Pentingnya, dan Persyaratan
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:

Conclusion

Manajemen risiko adalah komponen yang penting dalam pengelolaan proyek konstruksi. Dengan mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengelola risiko yang terkait dengan proyek konstruksi, Anda dapat mengurangi dampak negatif dan meningkatkan peluang keberhasilan proyek. Langkah-langkah seperti identifikasi risiko, evaluasi risiko, pengembangan strategi mitigasi, dan penggunaan alat dan teknik yang tepat membantu dalam mengoptimalkan pengelolaan risiko. Dengan menerapkan praktik terbaik dalam manajemen risiko, Anda dapat mengurangi ketidakpastian, meningkatkan efisiensi, dan mencapai hasil yang lebih baik dalam proyek konstruksi.

Manajemen Risiko dalam Proyek Konstruksi - Panduan Lengkap untuk Mengelola Risiko dalam Proyek Konstruksi
Baca Juga: Sertifikat Standar ISO 9001: Meningkatkan Kualitas Bisnis dengan Keunggulan Internasional
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:

FAQ

1. Mengapa manajemen risiko penting dalam proyek konstruksi?

Manajemen risiko penting dalam proyek konstruksi karena membantu mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengelola risiko yang terkait dengan proyek. Dengan menerapkan strategi mitigasi yang tepat, manajemen risiko memungkinkan pengelola proyek untuk mengurangi dampak negatif risiko dan meningkatkan peluang keberhasilan proyek.

2. Apa saja alat dan teknik yang digunakan dalam manajemen risiko proyek konstruksi?

Beberapa alat dan teknik yang digunakan dalam manajemen risiko proyek konstruksi antara lain analisis SWOT, peta risiko, analisis berbasis skenario, dan permodelan dan simulasi. Alat dan teknik ini membantu dalam mengidentifikasi risiko, menggambarkan dampak dan probabilitas risiko, serta menguji strategi mitigasi.

3. Mengapa penting melibatkan stakeholder dalam manajemen risiko proyek konstruksi?

Pelibatan stakeholder dalam manajemen risiko proyek konstruksi penting karena mereka memiliki wawasan dan pengetahuan yang berharga. Stakeholder dapat membantu dalam mengidentifikasi risiko yang relevan, memberikan perspektif unik, dan memberikan dukungan yang diperlukan untuk mitigasi risiko. Melibatkan stakeholder meningkatkan keberhasilan manajemen risiko dan mendukung kesuksesan proyek konstruksi secara keseluruhan.

Konsultasi Gratis

Dapatkan konsultasi langsung dari tim ahli kami untuk solusi terbaik.

Chat WhatsApp
Hubungi Kami
Jam Kerja
Senin - Jumat: 08:00 - 17:00

Layanan Profesional Kami

Solusi lengkap untuk kebutuhan perizinan dan sertifikasi konstruksi Anda

SBU Kontraktor

Pengurusan SBU untuk kontraktor konstruksi dengan berbagai klasifikasi dan kualifikasi sesuai kebutuhan tender.

Pelajari Lebih Lanjut
SBU Konsultan

Pengurusan SBU untuk konsultan konstruksi dengan standar profesional dan kualifikasi yang tepat.

Pelajari Lebih Lanjut
SKK Konstruksi

Sertifikat Kompetensi Kerja untuk tenaga ahli konstruksi dengan standar BNSP yang diakui nasional.

Pelajari Lebih Lanjut
CSMS

Contractor Safety Management System untuk Migas, Pertamina, dan PLN dengan standar keselamatan tinggi.

Pelajari Lebih Lanjut
SBU Non Konstruksi

Pengurusan SBU untuk bidang non konstruksi seperti jasa konsultansi, pengadaan, dan layanan lainnya.

Pelajari Lebih Lanjut
SBUJPTL

Sertifikat Badan Usaha Jasa Penunjang Tenaga Listrik untuk perusahaan di sektor kelistrikan.

Pelajari Lebih Lanjut
Tim Ahli indosbu.com

Tim Ahli indosbu.com

Konsultan SBU Konstruksi Profesional

Tentang Indosbu.com

Indosbu.com adalah perusahaan konsultan profesional yang berdedikasi untuk membantu perusahaan mencapai kesuksesan dalam dunia konstruksi dan tender. Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun, kami telah membantu ribuan klien dalam mengurus berbagai jenis perizinan dan sertifikasi.

Tim ahli kami terdiri dari para profesional yang berpengalaman dalam bidang konstruksi, perizinan, dan strategi bisnis. Kami memahami kompleksitas regulasi dan persyaratan yang dibutuhkan untuk mengikuti tender konstruksi, baik di sektor pemerintah maupun swasta.

Sebagai konsultan terpercaya, kami menyediakan layanan lengkap mulai dari konsultasi awal, persiapan dokumen, hingga pendampingan proses pengurusan sertifikat. Komitmen kami adalah memberikan solusi terbaik dengan standar profesional yang tinggi.

Keunggulan Kami
  • 15+ Tahun Pengalaman
  • 1000+ Klien Puas
  • 98% Tingkat Keberhasilan
  • Layanan 24/7
Sertifikasi & Lisensi
  • Terdaftar di LPJK
  • Berlisensi Resmi
  • ISO 9001:2015
  • Standar Internasional

Siap Memenangkan Tender Konstruksi?

Indosbu.com membantu Anda melakukan persiapan tender perusahaan dari perencanaan mengambil bidang usaha, kualifikasi, sampai dengan persiapan dokumen tender dengan tujuan untuk memenangkan proyek.

  • Konsultasi Gratis
  • Analisis Kebutuhan
  • Persiapan Dokumen
  • Pendampingan Proses
  • Garansi Keberhasilan
  • Layanan 24/7
Konsultasi Gratis

Dapatkan konsultasi langsung dari tim ahli kami

Respon dalam 5 menit

Artikel Terkait

Pelajari lebih lanjut tentang dunia konstruksi dan tender

Contoh Legalitas Perusahaan Konstruksi: Panduan SBU, SKK, dan OSS RBA
28 Nov
Contoh Legalitas Perusahaan Konstruksi: Panduan SBU, SKK, dan OSS RBA

Sektor jasa konstruksi Indonesia merupakan arena kompetisi yang ketat, menawarkan potensi proyek bernilai triliunan rupi...

CV adalah Badan Hukum: Mitos vs Realita dalam Perizinan Konstruksi
27 Nov
CV adalah Badan Hukum: Mitos vs Realita dalam Perizinan Konstruksi

Di kalangan pelaku industri konstruksi, masih sering muncul perdebatan fundamental mengenai status legalitas Commanditai...

Cara Pendirian PT: Panduan Wajib Legalitas Kontraktor dan Konsultan Konstruksi
26 Nov
Cara Pendirian PT: Panduan Wajib Legalitas Kontraktor dan Konsultan Konstruksi

Cara Pendirian PT (Perseroan Terbatas) yang tepat adalah langkah fundamental bagi setiap Owner atau Pendiri Perusahaan K...

Strategi Kontraktor Bekasi Menang Tender Rehabilitasi Pasar Sungai Penuh Rp46,8 M
25 Nov
Strategi Kontraktor Bekasi Menang Tender Rehabilitasi Pasar Sungai Penuh Rp46,8 M

Proses lelang proyek Rehabilitasi Pasar Beringin Jaya, Kota Sungai Penuh di Provinsi Jambi baru-baru ini menampilkan din...

Panduan Proses Perizinan Konstruksi: SBU, SKK, dan Kepatuhan OSS RBA Terbaru
24 Nov
Panduan Proses Perizinan Konstruksi: SBU, SKK, dan Kepatuhan OSS RBA Terbaru

Sektor jasa konstruksi adalah salah satu pilar utama perekonomian nasional, dengan nilai proyek tender pemerintah dan sw...

Proses Mudah Cara Daftar CV Konstruksi: Legalitas, SBU, dan OSS RBA Terkini
21 Nov
Proses Mudah Cara Daftar CV Konstruksi: Legalitas, SBU, dan OSS RBA Terkini

Memulai bisnis di sektor konstruksi seringkali memilih bentuk badan usaha CV (Commanditaire Vennootschap) karena proses ...

Panduan Wajib Akta Badan Usaha dan Legalitas Konstruksi di OSS RBA 2025
20 Nov
Panduan Wajib Akta Badan Usaha dan Legalitas Konstruksi di OSS RBA 2025

Dalam persaingan bisnis konstruksi yang semakin ketat, perusahaan dituntut tidak hanya memiliki keunggulan teknis tetapi...

Wajib Baca: Panduan Lengkap Surat Perjanjian Kontrak Kerja (SPKK) dan Legalitas Konstruksi
20 Nov
Wajib Baca: Panduan Lengkap Surat Perjanjian Kontrak Kerja (SPKK) dan Legalitas Konstruksi

Dalam industri konstruksi yang sangat diatur, setiap dokumen legal adalah pondasi yang harus kokoh. Surat Perjanjian Kon...

Panduan Lengkap: Legalitas Perusahaan Konstruksi, Kunci Pengurusan SBU Sukses
20 Nov
Panduan Lengkap: Legalitas Perusahaan Konstruksi, Kunci Pengurusan SBU Sukses

  Pendahuluan: Risiko Tender Gagal Akibat Legalitas Bermasalah Industri konstruksi Indonesia menawarkan pelua...

Panduan Lengkap Biaya Buat PT: Persiapan Legalitas dan Izin Usaha Konstruksi
17 Nov
Panduan Lengkap Biaya Buat PT: Persiapan Legalitas dan Izin Usaha Konstruksi

Langkah awal memasuki pasar jasa konstruksi di Indonesia, yang total proyeknya mencapai ribuan triliun rupiah, adalah de...

Contoh PT Tertutup: Memahami Struktur Legalitas untuk Perusahaan Konstruksi
14 Nov
Contoh PT Tertutup: Memahami Struktur Legalitas untuk Perusahaan Konstruksi

Dalam lanskap bisnis Indonesia, Perseroan Terbatas (PT) adalah bentuk badan hukum paling umum yang dipilih, termasuk ole...

Proses Akta Pendirian CV & Syarat SBU Konstruksi Terbaru LPJK
13 Nov
Proses Akta Pendirian CV & Syarat SBU Konstruksi Terbaru LPJK

Di tengah pesatnya pembangunan infrastruktur nasional, peluang bisnis jasa konstruksi di Indonesia terus menjanjikan. Na...

Proses Bea Meterai Adalah Wajib: Panduan Tender, SBU, dan Kontrak Konstruksi
12 Nov
Proses Bea Meterai Adalah Wajib: Panduan Tender, SBU, dan Kontrak Konstruksi

Kepatuhan Dokumen Tender Konstruksi: Bea Meterai Adalah Bukti Legalitas dan Keabsahan Perjanjian Dalam iklim bisnis j...

Proses Akta CV & Pengurusan SBU Konstruksi LPJK: Panduan Legalitas
12 Nov
Proses Akta CV & Pengurusan SBU Konstruksi LPJK: Panduan Legalitas

Legalitas Fundamental Bisnis Kontraktor: Peran Krusial Akta CV dalam Sertifikasi Konstruksi Sektor jasa konstruksi In...

Perusahaan CV: Panduan Lengkap Pendirian, Legalitas, dan Akses Tender Konstruksi
10 Nov
Perusahaan CV: Panduan Lengkap Pendirian, Legalitas, dan Akses Tender Konstruksi

Bentuk badan usaha Perusahaan CV (Commanditaire Vennootschap atau Persekutuan Komanditer) masih menjadi pilihan utama ba...

Proses Konsultasi SBU Konstruksi Profesional

Mengapa Memilih Kami?

Konsultasikan perencanaan tender dengan kami, supaya dapat mengikuti jadwal tender pemerintah/swasta dengan baik dan memenangkan proyek.

Konsultan atau Kontraktor

Layanan untuk semua jenis badan usaha

Spesialis atau Umum

Fleksibel sesuai kebutuhan bisnis

Skala Kecil hingga Besar

Melayani semua ukuran perusahaan

Layanan Lengkap

Dari izin dasar hingga operasional

Layanan Sertifikasi Tambahan

Lengkapi kebutuhan sertifikasi perusahaan Anda dengan layanan profesional kami

ISO 9001:2015

Sistem manajemen mutu internasional untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan.

Pelajari Lebih Lanjut
ISO 14001:2015

Sistem manajemen lingkungan untuk praktik ramah lingkungan dan keberlanjutan bisnis.

Pelajari Lebih Lanjut
ISO 27001:2013

Sistem manajemen keamanan informasi untuk melindungi aset data perusahaan.

Pelajari Lebih Lanjut
ISO 37001:2016

Sistem manajemen anti-penyuapan untuk etika bisnis dan integritas perusahaan.

Pelajari Lebih Lanjut
ISO 45001:2018

Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja untuk lingkungan kerja yang aman.

Pelajari Lebih Lanjut
CSMS

Contractor Safety Management System untuk Migas, Pertamina, dan PLN.

Pelajari Lebih Lanjut

Bagaimana Cara Kami Membantu Perusahaan Anda?

Proses konsultasi profesional yang terbukti efektif

01
Business Goal Analysis

Ceritakan kepada kami, goal bisnis Anda.

  • Mau ambil kualifikasi kontraktor atau konsultan
  • Kapan akan mengikuti tender
  • Tender apa yang akan diikuti
02
Review Kebutuhan Teknis

Analisis mendalam terhadap persyaratan teknis.

  • Data penjualan tahunan
  • Data kemampuan keuangan/nilai aset
  • Data ketersediaan Tenaga Kerja Konstruksi
  • Data kemampuan peralatan konstruksi
03
Tenaga Ahli & Peralatan

Evaluasi tenaga ahli dan peralatan pendukung konstruksi.

  • Proses SKK - Sertifikat Kompetensi Kerja
  • Pemenuhan Peralatan Konstruksi
  • Ijin Operator (SIO) dan Ijin Alat (SIA)
04
Proses SBU

SBU Jasa Konstruksi dikeluarkan oleh LSBU yang diakreditasi LPJK PUPR.

  • BUJK Nasional
  • BUJK PMA
  • BUJK Asing